Penyakit Vertigo, Penyebab dan Cara Mengobatinya

Sakit kepala adalah salah satu gangguan kesehatan yang sering kali datang menghampiri baik laki-laki, perempuan, muda ataupun tua. Sakit kepala ini ada banyak jenisnya, salah satunya vertigo. Vertigo ini merupakan kondisi ketika penderita merasa seperti berputar ataupun melayang. Para penderita vertigo merasa seolah-olah apapun yang ada di sekelilingnya ikut berputar meskipun sudah memejamkan mata. Kondisi tersebut membuat para penderita vertigo bisa hilang keseimbangan dan limbung. Akibatnya pada kondisi tersebut biasanya penderita akan kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya. Para penderita vertigo pasti sudah sangat kenal dengan rasa berputar yang kadang menghampiri. Rasa berputar ini bisa hilang dalam jangka waktu sebentar ataupun lama.

Vertigo sendiri sebenarnya bukanlah penyakit melainkan sebuah gejala dari masalah kesehatan lainnya. Terkadang penderitanya justru tidak memahami bahwa dirinya sedang mengalami vertigo karena rasa pusing yang berbeda dengan sakit kepala biasa. Seseorang dikatakan mengalami vertigo apabila merasakan sensasi seperti berputar hingga kehilangan keseimbangan. Bahkan, rasa berputar ini tetap ada meskipun penderitanya mencoba untuk memejamkan mata. Sensasi berputar ini tak jarang membuat penderita merasa mual bahkan hingga muntah. Tidak hanya itu, ketika vertigo menghampiri biasanya penderitanya juga akan mengeluarkan lebih banyak keringat, merasa sakit kepala hingga telinga yang berdenging.

Vertigo umumnya terjadi beberapa saat namun tidak terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Jika Anda mengalami gangguan kesehatan ini secara berulang ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter yang kompeten untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda. Hal ini karena vecrtigo bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit lainnya yang bisa jadi lebih serius. Oleh karena itu deteksi dini tentunya dapat memperbesar peluang kesembuhan bagi penderitanya.

www.pexels.com

2 Jenis Penyakit Vertigo

Penyakit vertigo bisa dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung pada gejalanya. Berikut jenis-jenis vertigo yang perlu Anda ketahui untuk bisa mengidentifikasi kondisi diri dengan lebih mudah;

  • Vertigo Periferal

Vertigo jenis ini menjadi yang paling sering terjadi dan bayak ditemukan. Vertigo jenis ini digambarkan sebagai gangguan pada bagian vestibuler telinga bagian dalam sehingga keseimbangan tubuh menjadi terganggu. Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya vecrtigo periferal ini, contohnya:

  1. Benign paroxysmal positional vertigo

Gangguan ini terjadi karena adanya perubahan posisi kepala ataupun gerakan kepala yang dilakukan secara sangat tiba-tiba. Vertigo ini bisa menyerang ketika kepala berubah posisi dari tegak menjadi menunduk secara spontan ataupun ketika Anda bangun dari tidur dengan sangat tergesa. Selain karena gerakan yang terlalu tiba-tiba, vertigo ini juga bisa dirasakan oleh mereka yang pernah mengalami trauma di bagian kepala maupun yang pernah melakukan prosedur operasi di telinga.

  1. Penyakit Meniere

Penyakit ini mungkin jarang ditemui karena memang tergolong cukup langka. Penyakit yang menyerang bagian dalam telinga ini bisa memicu terjadinya vertigo yang tidak ringan. Penyakit ini pun bisa menyebabkan hilangnya pendengaran setelah beberapa waktu.

  1. Cedera atau trauma pada kepala

Vertigo periferal juga bisa muncul pada mereka yang pernah mengalami trauma atau cedera di bagian kepala. Benturan pada kepala ini juga bisa mempengaruhi kondisi telinga dalam dan dapat memicu vertigo.

  1. Radang saraf telinga

Radang saraf telinga ini disebut juga sebagai vestibular neuronitis. Peradangan ini bisa terjadi karena adanya infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya infeksi virus ini terjadi tanpa adanya tanda-tanda lebih dahulu. Vertigo karena peradangan ini bisa berlangsung beberapa jam dan akan mereda.

  • Vertigo central

Perbedaan antara vertigo central dan periferal ada pada sumber masalahnya. Jika pada vertigo periferal masalahnya ada pada telinga bagian dalam, pada vertigo central sumber gangguan datang dari otak khususnya bagian otak kecil atau cerebellum. Vertigo central bisa terjadi karena banyak faktor, diantaranya:

  1. Neuroma akustik

Kondisi ini terjadi ketika ada pertumbuhan tumor jinak di bagian saraf vestibular. Saraf ini adalah penghubung antara otak dan telinga yang membuatnya bisa mempengaruhi keseimbangan tubuh. Penyebab dari Neurmoa akustik ini sendiri adalah dari faktor keturunan.

  1. Stroke

Stroke terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah yang membuat aliran darah ke otak menjadi terhambat. Kurangnya suplai oksigen ke dalam otak bisa membuat otak terganggu fungsinya bahkan jika dibiarkan dalam waktu lama bisa membuat adanya bagian-bagian otak yang mati. Oleh karena itu para penderita stroke bisa mengalami vertigo karena adanya kekurangan aliran oksigen yang menghambat kerja dari otak.

  1. Tumor otak
    adanya tumor yang tumbuh di otak khususnya otak kecil juga bisa jadi penyebab munculnya vertigo. Tumor ini bisa mempengaruhi sistem keseimbangan dan koordinasi tubuh yang membuat tubuh menjadi serasa berputar.
  2. Multiple sclerosis

Penyakit ini merupakan gangguan saraf yang terjadi karena danya gangguan pada sistem imunitas seseorang.

www.pexels.com

Tes untuk Mendeteksi Penyakit Vertigo

Ternyata ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya vertigo. Tapi bagaimana memutuskan atau menegakkan diagnosis bahwa seorang pasien mengalami vertigo bukanlah sakit kepala biasa? Memang, bagi yang belum pernah merakan pasti akan kaget dan bingung dengan jenis sakit kepala yang dirasakan ini. Seorang dokter bisa menegakkan diagnosis vertigo jika sudah melakukan serangkaian pemeriksaan yang meliputi mendengarkan penjelasan pasien mengenai apa yang dirasakan, frekuensi serta durasi munculnya vertigo hingga hal-hal yang mungkin memicu terjadinya vertigo ini.

Tidak hanya bertanya tentang kondisi saat ini, dokter juga perlu untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien terkait dengan kondisi kepala seperti menganai cedera, infeksi ataupun jenis obat yang rutin diminum. Selain langkah-langkah tadi, dokter bisa juga mengambil langkah lain yaitu dengan melakukan serangkaian metode pemeriksaan seperti:

  • Tes romberg

Tes ini dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk berdiri tegak dengan dua kaki dirapatkan. Kemudian pasien akan diminta menutupkan mata secara perlahan selama kurang lebih 30 detik. Jika pasien terjatuh ataupu kehilangan keseimbangan berarti pasien mengalami vertigo.

  • Tes impuls kepala

Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk memandangi bagian ujung hidung dokter sambil menggerakkan kepala ke salah satu sisi dengan cepat. Pasien dikatakan vertigo apabila mata pasien yang tadinya menatap ujung hidung berpindah fokus selama menggerakkan kepala.

  • Pemeriksaan pendengaran

Pemeriksaan pendengaran dilakukan menggunakan bantuan alat berupa garpu tala yang akan mengetahui apakah ada gangguan pendengaran penyebab vertigo pada pasien atau tidak.

  • Pemeriksaan penunjang

Guna semakin memperkuat diagnosis, pasien bisa diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti tes darah, urin, CT scan ataupun rontgen. Semua ini dilakukan untuk mengecek kondisi tubuh dan menemukan sumber masalah pada gangguan yang dialami pasien.

www.pexels.com

Tips Mengatasi Penyakit Vertigo Ampuh

Lalu apa yang bisa dilakukan ketika penyakit vertigo datang menyerang? Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala vertigo. Langkah penanganan ini perlu disesuaikan dengan penyebab dari vertigo itu sendiri karena beda penyebab beda pula cara pengobatannya. Berikut langkah mengatasi vertigo yang bisa dilakukan:

  1. Mengkonsumsi obat untuk meredakan gejala vertigo

Ketika vertigo menyerang memang penderita akan merasa sangat tidak nyaman dan terganggu. Oleh karena itu dokter bisa meresepkan obat khusus yang dapat membantu meredakan gejala yang dialami. Jenis obat yang biasa diresepkan untuk vertigo ini antara lain lorazepam,  diphenhydramine, dimenhydrinate dan promethazine. Tidak hanya obat jenis tersebut, dokter juga dapat meresepkan jenis obat steroid ataupun antibiotik untuk meredakan pembengkakan dan mengobati infeksi yang menjadi penyebab vertigo.

  1. Melakukan manuver foster

Gerakan ini bisa dilakukan dengan cukup mudah yaitu dengan langkah-langkah:

  • Posisikan tubuh seperti berlutut dan arahkan pandangan ke atas selama beberapa detik
  • Lakukan posisi bersujud dan tempelkan dahi ke lantai kemudian tunggu sampai kurang lebih 30 detik
  • Putar kepala ke bagian telinga yang mengalami gangguan dan tunggu lagi kurang lebih selama 30 detik.
  • Jika sudah angkat sedikit kepala Anda hingga posisinya menjadi horizontal dengan punggung. Kepala tetap beradap di sudut 45 derajat kemudian tunggu lagi 30 detik.
  • Angkat kepala hingga posisi paling tinggi dengan tetap menjaga arah kepala menghadap telinga yang terganggu kemudian bangun perlahan.

Gerakan ini bisa diulangi beberapa kali sampai rasa pusing karena vertigo berangsur membaik.

  1. Melakukan Manuver Epley

Langkah ini dilakukan dengan tahapan berikut:

  • Duduk di bagian pinggir tempat tidur kemudian putarlah kepala Anda sejauh 45 derajat ke arah telinga yang terasa sakit. Letakkan bantal di tempat tidur belakang Anda dengan posisi kira-kira berada di bahu jika Anda berbaring.
  • Posisikan tubuh berbaring di tempat tidur dengan kepala menghadap ke arah kasur dengan bantal di bahu. Tunggu kurang lebih 30 detik untuk meredakan vertigo.
  • Putar kembali kepala Anda sebanyak 90 derajat ke arah yang berlawanan dari arah telinga sumber vertigo tanpa mengangkat kemudian tunggu lagi selama 30 detik.
  • Putar kembali kepala beserta tubuh dari bagian kiri ke kanan tunggu lagi sampai 30 detik
  • Bangun dan posisikan tubuh kembali duduk di kasur selama beberapa saat sampai vertigo mereda.
  1. Melakukan Manuver Semont
www.pexels.com

Manuver ini dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

  • Duduklah di tepi tempat tidur kemudian putarlah kepala sejauh 45 derajat ke arah berlawanan dari telinga sumber datangnya vertigo. Misalnya vertigo datang dari teling kiri maka kepala diputar ke arah kanan
  • Atur posisi tubuh berbaring di sisi kiri dan tunggu selama 30 detik
  • Berbaringlah di posisi berlawanan tanpa mengganti arah kepala dengan sudut tetap 45 derajat, pandangan diarahkan ke lantai.
  • Setelah selesai kembalikan tubuh ke posisi duduk secara perlahan-lahan dan tunggu beberapa saat sampai vertigo berkurang.

Gerakan-gerakan tadi dapat dilakukan untuk meredakan vertigo yang menyerang. Lakukan setiap gerakan perlahan-lahan untuk mengurangi rasa pusing dan berputar yang Anda rasakan. Jika gerakan tadi sudah diulang-ulang namun vertigo tetap tidak mau hilang maka Anda bisa mengkonsumsi obat ataupun langsung datang berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan solusinya. Vertigo sebaiknya segera diatasi agar tidak menghambat aktivitas Anda. Selain dengan obat-obatan kimiawi Anda juga bisa mencoba aneka suplemen kesehatan yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan menghindarkan berbagai penyakit, produk Nasa misalnya. Produk Nasa punya berbagai produk kesehatan yang bermanfaat untuk tubuh Anda supaya terhindar dari penyakit berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *